10 Fakta Tentang Saya (PR sejuta umat)

Blogsphere di Indonesia sedang mengalami musim perlombaan memberikan Pekerjaan Rumah (PR) berupa 10 fakta tentang penulis blog tersebut, maka saya termasuk orang yang terkena imbasnya, saya mendapatkan amanah untuk menulis tentang perihal yang sama, berikut liputan khusus “10 Fakta Tentang Saya”.
~ Saya mendapatkan PR ini dari salah seorang Blogger bernama Ecky

Fakta #1. Musik
Hidup saya diwarnai dengan lika – liku tentang musik. Setelah perjalanan panjang saya di dunia musik, maka saya menyimpulkan bahwa musik lebih berbahaya dibandingkan pedang bermata dua. Musik bisa menyihir seseorang menjadi kehilangan kepribadiannya dan mengikuti style atau gaya dari sang pemain musik tersebut, bahkan memaksa seseorang untuk mengikuti pemikiran tertentu.
Layaknya pedang, musik bisa menjadi hal yang baik atapun buruk, tergantung dari niat pembuat musik tersebut, bisa jadi menasihati pendengarnya, memabukan pendengarnya di dalam lautan cinta (yang sering kali cinta yang semu), mengirimkan pesan duka ataupun suka cita, menjadi sindiran bagi segolongan orang, menjadi penyemangat di tengah peperangan, bahkan menjadi gertakan bagi suatu kaum.
Saya seringkali berfikir untuk tidak hanya sekedar mendengarkan sebuah musik, tapi berusaha mencari arti dari penciptaan musik tersebut dan kebermanfaatannya bila saya mendengarnya. Walaupun pada kenyataannya seringkali saya terjebak di dalam kalimat “wah yang penting musiknya enak! gak penting artinya apa dech!“. Bagi saya satu kata untuk musik “Waspadalah!” ~ dengan aksen bang Napi.

Fakta#2 Moody
Saya adalah orang yang tindakannya 30% berpeluang dipengaruh emosi (perhitungan dilakukan dengan feeling bukan dengan probabilitas terapan X_x), saya salut dengan orang yang tidak panik dan berfikir jernih di situasi terdesak. Bila Anda termasuk orang yang seperti itu, tolong ajari saya :D

Fakta#3 Malaysia – Indonesia Saudara kok berantem? Tanya Kenapa?
Sebuah fakta yang sampai saat ini masih membingungkan saya, saudara serumpun lagi se-iman, Malaysia dan Indonesia, kerap kali berantem, pertanyaannya bukanlah “siapa yang salah?”, tetapi “kenapa harus saling menyalahkan?”
Malaysia terkenal sebagai bangsa yang rasis, hal inilah yang membuat orang Indonesia tidak menyukai orang Malaysia, jika ada orang Malaysia yang membaca postingan saya kali ini maka saya tegaskan, saya mewakili orang Indonesia dengan ini menyatakan “Yang dibenci oleh Indonesia bukanlah orang Malaysia melainkan sifat rasis yang dimiliki orang Malaysia.”

Fakta#4 Senang banyak teman
Sudah jelas sekali dari judulnya, saya orang yang bekerja optimal di dalam team, tentu saja harus teman – teman yang bukan free rider atau yang cuman terima jadi (biasanya saya yang jadi free rider-nya :p). Ketahuilah, mencari seribu musuh lebih mudah daripada mencari satu orang teman.

Fakta#5 Anti-Zionist
Zionis bagi saya gak banget. Sebuah paham yang menurut saya akan membahayakan perdamaian dunia. Semoga cita – cita para zionis tidak pernah terwujud.

Fakta#6 Tidak suka hal bertele-tele
Saya adalah tipikal orang yang sedang belajar ber-basa-basi, walaupun di satu sisi saya tidak suka bertele – tele, namun ternyata di dunia ini membutuhkan basa-basi, layaknya pegangan gelas yang ada pada gelas, kenapa kita tidak langsung saja memegang gelasnya?! ~perumpamaan yang aneh. Intinya ternyata dalam membangun relasi / jaringan dibutuhkan skill basa-basi yang tinggi, teori ini masih dalam pembuktian, karena dari pengamatan mata saya, mayoritas orang yang supel dan jaringannya luas, selalu memulai pembicaraan lebih dulu daripada lawan bicaranya.

Fakta#7 Benci maling
Sekarang saya mengerti jika ada maling yang tertangkap seringkali digebukin warga, karena kehilangan sesuatu itu sangat tidak menyenangkan, apalagi penyebabnya diambil orang secara diam – diam. Dan terlebih lagi jika yang hilang adalah dompet, harus lapor ke polisi, mengurus KTP, KTM dan berbagai hal penting lainnya yang ada di dompet. Namun di satu sisi terkadang saya sering berpikir, apakah itu berarti kita semua cinta dunia?

Fakta#8 Membaca dan Menulis

Menulis adalah sesuatu yang sedang saya usahakan menjadi hobi saya, lebih tepatnya menulis di blog. Namun ternyata, hal ini membutuhkan hal lain sebagai minimum requirment atau prasyarat minimal (seperti kuliah saja), yaitu membaca, jadi saat ini juga saya sedang memaksa diri untuk hobi membaca.

Fakta#9 Orang IT

Tak bisa dipungkiri bahwa saya adalah warga negara Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi, jadi jangan heran jika anak Fasilkom UI akan dihubungi oleh teman-teman lamanya jika hal – hal seperti berikut ini terjadi, komputer kena virus, komputer tidak berfungsi sebagaimana mestinya, pengen beli laptop / komputer yang bagus, baterai laptop ngadat dan sebagainya. Saya pernah mendengar pendapat beberapa orang bahwa sudah banyak orang yang bergerak di bidang IT, lalu mereka seringkali bertanya ke saya “Apa gak takut gak kebagian lahan?”.
Sungguh cara berpikir yang sempit ~menurut saya. Rejeki itu Allah yang mengatur & saya yakin Allah SWT itu Maha Adil, yang terpenting kita sudah berusaha yang terbaik untuk kehidupan kita, masalah keputusan saya serahkan pada-Nya. Dan jika kita ingin melihat realita, Teknologi Informasi saat ini menjadi hal yang menjadi wajib ada di setiap disiplin ilmu, seperti arsitektur, kedokteran, sipil, pertanian dan lain-lain. Dengan kata lain, lahan kami (anak IT) berpotongan dengan seluruh himpunan ilmu di dunia artinya lahan kami nyaris tak terbatas, selama dunia butuh kemudahan, disitulah lahir sebuah teknologi untuk memudahkan. Itulah salah satu yang membuat saya bangga menjadi Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Fakta#10 Kesempatan kesekian
Saya selalu merasa, di setiap pagi ketika saya terbangun dari tidur, itu adalah kesempatan kesekian kalinya yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengukir kehidupan saya lebih baik dari hari kemarin, karena sebenarnya dalam keadaan tidur, kita sama sekali tidak berkuasa atas tubuh kita. Sayangnya sangat banyak orang (termasuk saya) yang sering lupa untuk mensyukuri hal itu. Mudah – mudahan kita bisa merubah kebiasaan buruk kita, minimal kita membaca doa bangun tidur ketika baru bangun dari tidur.
Sekedar intermezzo, pernah terjadi di suatu hari saya hampir pergi ke alam lain dengan mudahnya. Semua itu terjadi saat saya terlambat ke kampus untuk ujian tengah semester, akibatnya saya pun mengendarai motor “agak” ngebut, salip kanan, salip kiri tanpa sadar melewati genangan lumpur. Ketika saya mau kembali menyalip angkot di depan saya dari kanan, terlihat ada angkot lain dari arah berlawanan, dan dua buah motor yang melaju bersama angkot tersebut, spontan saya mengerem motor dengan rem depan, akibatnya ban belakang slip, dan motor luar biasa tidak stabil, oleng kanan-kiri berulang-ulang, harapan hidup pun menipis, serasa boro – boro ikut UTS, mungkin langsung di interogasi sama malaikat abis kejadian ini.
Alhamdullillah, karena belum saatnya saya kembali kepada-Nya, motor bisa kembali saya kendalikan (~fiuhh) dan akhirnya bisa ikut UTS walaupun agak terlambat.
Untuk itu jangan pernah berhenti mensyukuri nikmat yang Dia berikan pada kita, jangan sampai kita mesti ditegur terlebih dahulu agar mau bersyukur.

Akhir kata, rantai blogsphere ini harus saya teruskan, maka saya akan memberikan Pe-Er yang sama kebeberapa blogger antara lain,

Mudah-mudahan PR-nya dikerjakan.

Categories: Artikel, Opini, Selingan

6 comments

  • Ecky A.

    haa, akhirnya dikerjakan juga PRnya, hhe..tq ye,
    perumpamaan yang gak biasa nih jar “layaknya pegangan gelas yang ada pada gelas, kenapa kita tidak langsung saja memegang gelasnya?!” hhe..

    nice post btw,:D

  • Muhamad Fajar

    @Ecky A.
    Terima Kasih untuk saudara eq atas PRnya,
    walau postingan saya kali ini tanpa gambar jadi agak hambar

    tapi akhirnya selesai juga.

    Walau Banyak hal yang gak “meaning”, mudah2an bisa bermanfaat

  • adekurniawati

    eeh nyampe juga di blognya k’fajar, hehee..

    saya salut dengan orang yang tidak panik dan berfikir jernih di situasi terdesak
    sama nih kak, sy juga orgnya agak panikan dan salut sm org yg bisa ngatasin keadaan2 sulit dg kepala dingin..

    Alhamdullillah, karena belum saatnya saya kembali kepada-Nya, motor bisa kembali saya kendalikan (~fiuhh) dan akhirnya bisa ikut UTS walaupun agak terlambat.
    subhanallah, pengalaman berhikmah yg luar biasa.. mantap.. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>