ktp

Renungan untuk Muslim Indonesia

Coba luangkan waktu sejenak untuk melihat KTP anda, jika baris “agama :” berisikan kata Islam, namun sampai saat ini anda belum pernah rutin shalat 5 waktu, maka segeralah klik read more, ada sedikit hal yang harus penulis sampaikan, terkait bencana dan keterpurukan bangsa ini.


Sebelumnya, penulis disini hanya berusaha menyampaikan dan sebatas mengingatkan, baik untuk diri penulis sendiri maupun untuk orang lain.

Lihatlah kedua tangan Anda yang saat ini salah satunya memegang mouse, dan yang satu lagi ada di dekat keyboard atau di lengan kursi atau dimanapun anda meletakannya. Jika masih lengkap, maka itu adalah salah satu hal yang patut anda syukuri. Jika tidak, maka jangan bersedih anda masih memiliki banyak hal dalam menjalani hidup, selanjutnya akan penulis sebutkan apa saja hal-hal itu.

Lihatlah kedua kaki anda, jika masih lengkap, maka ada tambahan perihal lagi yang harus anda syukuri, jika tidak, maka tidak ada alasan untuk bersedih, karena penulis yakin seorang tanpa kaki yang lengkap, namun sempat browsing sampai ke salah satu artikel blog penulis, adalah orang yang penuh dengan semangat hidup dan optimisme yang tinggi, serta masa depan cemerlang, penulis memang bukan peramal, tapi semangat anda yang menggambarkan hal itu.

Jika anda membaca tulisan ini dengan mata yang sepasang, utuh, tanpa menggunakan alat bantu seperti aplikasi text to speech, maka lagi – lagi bertambah perihal yang harus anda syukuri, jika Anda menggunakan aplikasi text to speec, maka anda tidak perlu bersedih karena lagi – lagi penulis menemukan jiwa seseorang yang penuh semangat belajar yang browsing dengan telinganya.

Rasakan detak jantung Anda, pegang dada anda atau pegang urat nadi Anda, saya yakin sampai saat ini jantung Anda masih berdetak, berdetak karena ada yang menghendaki jantung Anda berdetak, tanpa menggunakan baterai tetapi jauh lebih bertenaga daripada baterai alkaline sekalipun, bukan hanya membuat jantung Anda tetap berdetak, tetapi juga pembaca lainnya, menghidupkan nyamuk, lalat, rusa, kuda, pohon, dan milyaran makhluk hidup di dunia.

Dia-lah yang kekuatannya menghidupi mahkluk hidup di jagat raya, nonstop 24 Jam! Dia-lah yang menghendaki berdetaknya jantung Anda, masih nyamannya hidup Anda, masih sempatnya Anda makan hari ini, masih sempatnya Anda browsing hari ini, Dia adalah Allah SWT. Pertanyaannya,

Sudahkan Anda Bersyukur kepada-Nya dengan menjalankan perintah-Nya yang paling sederhana? Yakni sholat 5 waktu”

Jangan salahkan orang lain, karena amat sangat mungkin, bencana bertubi – tubi yang melanda bangsa kita, karena sikap keseharian kita sendiri. Renungilah wahai muslim Indonesia, umat muslim yang ditakdirkan untuk membangun dan mengharumkan bangsa Indonesia.

Categories: Uncategorized

Lite-2Bof-2Bdry

Abad ke 22 (Sebuah Cerpen Ramah Lingkungan)

Sumber gambar : http://www.flickr.com/photos/petitnic/4414590258/sizes/o/

Fatih terbangun di atas tempat tidurnya, terbangun oleh sengatan matahari yang kian hari kian panas. Pagi hari itu serasa siang hari, “Uhuk – uhuk” fatih batuk karena debu yang terbawa angin kering dari jendela kamarnya, jendela kamar yang terletak tepat di samping kanan tempat tidurnya.

Musim hujan telah berlalu, setelah banjir melanda kota tempat tinggal fatih, kini kekeringan melanda kota tersebut, tak lelah sedikitpun bencana terus melanda negeri ini.

Pemerintah negara tersebut tidak lagi sanggup menanggulangi bencana kekeringan yang terjadi di berbagai tempat, para petani gagal panen, beras terpaksa diimpor dari luar negeri. Petani pun semakin melarat.

Walapun pada saat itu tahun 2108 tetapi kehidupan di dunia justru terasa mundur, ketergantungan akan minyak bumi di tahun – tahun sebelumnya, telah membuat berbagai negara di dunia melakukan berbagai penelitian mengenai energi yang ramah lingkungan, namun sayangnya ketinggian dan keramahan teknologi itu hanya dapat dinikmati oleh kalangan kaya dan miliarder, karena produk dari teknologi tersebut terlalu mahal.

Akibatnya, konsumsi minyak bumi yang semakin meningkat tajam setiap tahunnya. Dan Global Warming tak dapat terelakan, keegoisan generasi pada abad 21 telah dibalas oleh keganasan alam bumi tercinta. Fatih Fatahillah seorang anak berumur 17 tahun merasakan ganasnya alam pada saat itu. Ia pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, karena krisis energi telah membuat dunia otomotif nyaris mati. Tak ada lagi angkutan umum.

Es di kutub telah habis mencair, tak ada lagi tempat tinggal bagi pinguin dan beruang kutub pada saat itu. Tak mengherankan mereka tinggal kenangan keragaman satwa di ensklopedia. Badai yang tak pernah melanda negeri tempat tinggal Fatih, kini mulai mencicipi kawasan pemukiman disekitar tempat tinggal Fatih.

Tangisan bayi tetangga memekakan telinga, bayi yang merasa panas terus menerus menangis, ibunya mengipasi anak bayi itu dengan penuh kasih sayang. Tetapi tetap saja, tangan sang ibu yang memegang kipas tak kuat lagi mengimbangi panasnya iklim kota tempat tinggal Fatih.

Kenapa tidak menyalakan kipas listrik? Sayangnya pembangkit listrik tenaga minyak bumi tak lagi memiliki bahan bakar, pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga air pun masih sedikit. Maka pemadaman listrik tak terelakan.

Sejenak kita mundur ke waktu 1 abad silam, ketika kampanye ketahanan iklim sedang digembar – gemborkan, ketika pemborosan energi ratusan tahun telah terjadi, ketika pemborosan tersebut sekaligus memberikan efek rumah kaca pada langit akibat gas pembuangan yang mengapung di atmosfir memberikan efek rumah kaca terhadap daratan sejuta umat manusia di dunia.

Sejenak Ryan Fatahillah, calon kakek Fatih, peneliti perubahan iklim yang signifikan memikirkan berbagai macam solusi, kendaraan ramah lingkungan, Sistem Industri ramah lingkungan, energi alternatif, dan berbagai macam hal yang mengurangi penyebab Global Warming dan perubahan iklim di dunia.

Janganlah menjadi manusia yang egois, alam ini bukan hanya milik generasi kita, masih ada generasi – generasi selanjutnya yang ingin merasakan kesejukan pepohonan, jangan ditebang sembarangan, masih akan ada generasi yang ingin merasakan udara pagi yang sejuk nan teduh, jangan cemari dengan asap kendaraan. Masih ada generasi yang ingin merasakan keramahan hujan disaat musim panas, Masih ada generasi yang ingin menikmati iklim yang stabil, bukan panas yang tinggi yang bergantian dengan badai serta banjir yang melanda, akibat curah hujan yang menggila.

Semoga kita tidak cukup egois untuk selalu menggunakan mobil pribadi yang tempat duduknya tersisa untuk 4 orang. Semoga kita cukup rendah hati untuk menggunakan fasilitas transpotasi massal yang telah disediakan pemerintah demi generasi selanjutnya, demi negeri ini di masa depan, Indonesia Abad 22.

Categories: Cerpen, Ketahanan Iklim

100_4478

Teruntuk Saudaraku se-Tanah Air Indonesia

Bangsa ini sedang berada ditengah krisis kemiskinan, bangsa ini berada di tengah krisis pendidikan, bangsa ini berada di tengah krisis akhlak dan moral.

Apakah hati nurani ini ikhlas bangsa ini menuju kehancuran moral dan budaya?

Apakah hati ini ikhlas bangsa ini menuju kehancuran finansial?

Apakah hati nurani ini ikhlas 63 tahun kemerdakaan Indonesia,

Berakhir dengan bangsa yang bermental terjajah?

Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi.

Penulis bukanlah orang yang paling benar, penulis bahkan belum menjadi sarjana, namun penulis hanya ingin menyerukan semangat perjuangan kepada seluruh pemuda bangsa yang masih memiliki nurani untuk membangun bangsa ini. Pada tanggal 2 Juli 2007 yang lalu, pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan jumlah penduduk miskin 37,17 juta orang atau 16,58 persen dari total penduduk Indonesia selama periode bulan Maret 2006 sampai dengan Maret 2007. Hal ini bukan hal yang sepele, ini permasalahan bangsa.

Permasalah selanjutnya, krisis moral bangsa, saat ini pemuda Indonesia amat sangat mudah dipengaruhi oleh budaya luar, budaya luar yang saya maksud di sini adalah budaya yang negatif. Clubbing, Prompt Nigth dan kawan-kawannya, apakah anda prenah tahu bahwa dahulu, bangsa ini amat sangat menjunjung moral dan adab dalam pergaulan. Dahulu biskop – bioskop yang ada di Jakarta , ketika masih zaman-nya film bisu, atau tidak bersuara, tempat duduk untuk pria dan wanita di dalam bioskop itu terpisah, hal ini bertujuan menghindari tindakan – tindakan yang menyalahi nilai – nilai moral yang amat dijunjung tinggi oleh masyarakat pada saat itu.

Lain dahulu, lain sekarang, negara kita yang dahulu terkenal dengan keramahan, sopan santun, tutur kata yang baik dan moral masyarakat yang baik, kini telah berubah. Para pelajar yang doyan tawuran yang telah ber-”evolusi” menjadi mahasiswa bertindak anarkis, mereka beraksi hanya untuk mendapatkan korban dari pihak mahasiswa (yang bukan dari kalangan mereka), agar masyarakat bersimpati kepada mereka, dan membenarkan aksi yang mereka lakukan. Keramahan itu telah sirna, termakan emosi yang tak terkendali, dan nafsu untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelompok, tanpa tahu esensi dari aksi mahasiswa yang sebenarnya.

Hidayatullah.com–Hasil survei yang dilakukan oleh Annisa Fondation baru-baru ini cukup mengejutkan karena 42,3 persen pelajar perempuan telah melakukan hubungan seks pra-nikah.

Belum lagi moral dan mental pelajar yang telah di-luluhlantah-kan budaya luar, dari kutipan artikel diatas, kita bisa melihat bahwa, tak mengeherankan jika negara kita terkena azab Sang Pencipta, jika terjadi hal seperti yang disebutkan artikel diatas. Naudzubillah mindzalik.

Tetapi harapan belum sirna, masih ada pelajar yang ikhlas menuntut ilmu untuk memajukan negeri ini, untuk menyenangkan hati orang tuanya, untuk mendapat ridho Sang Khalik, yang berjuang menyebrangi sungai untuk sekolah, yang menjual koran untuk mendapat sesuap nasi. Masih ada mahasiswa, yang mengerti arti perjuangan pendahulunya dalam menggeser rezim penuh korupsi, yang menuntut ilmu setinggi mungkin dengan ikhlas, yang meninggalkan kampung halaman untuk merantau demi kehidupan bangsa yang lebih baik, yang tak jarang menangis karena takut esok akan kehabisan biaya untuk kuliah.

Bangkitlah saudaraku, para pelajar SMA, Mahasiswa di berbagai pelosok Indonesia, bangsa kita, nasibnya di masa yang sebentar lagi akan datang, ada di tangan kita. Jika sampai saat ini kita masih menyontek ketika ulangan ataupun ujian, maka jangan heran kita menjadi seorang koruptor baru yang menggerogoti bangsa ini. Bagi pembaca yang muslim/ah. Jika kita sampai saat ini belum pernah mendirikan ibadah shalat lima waktu secara konsisten, maka itu adalah gambaran kita yang tidak pernah bersyukur kepada Allah atas nikmatnya yang diberikan kepada kita, nikmat masih bisa browsing di tengah krisis listrik di negeri ini, nikmat masih bisa bernafas tanpa tabung oksigen yang berharga ratusan ribu rupiah.

Saudaraku, sekaranglah saatnya kita berubah, bukan saatnya lagi kita membuang-buang waktu. Cukup sudah kebodohan terjadi di negeri ini, jadilah harapan baru untuk rakyat Indonesia, jadilah penerus para pemimpin yang telah sekuat tenaga memperbaiki kebobrokan negeri ini, jadilah penegak hukum yang adil dan bijaksana, jadilah peneliti yang mencerdaskan bangsa dengan manfaat dari ilmu yang digalinya.

Semangat dan bangkitlah saudaraku, bukan hanya sekedar bicara, tapi niatkan hati dari sekarang, untuk meninggalkan hal-hal yang sia-sia, bangkitlah untuk kelangsungan negeri ini, di masa yang akan datang.

Categories: Artikel

PKM / LKTM Study Group


Deskripsi Singkat PKM / LKTM Study Group

Sehubungan dengan adanya PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) & LKTM (Lomba Karya Tulis Mahasiswa) pada OIM UI (Olimpiade Ilmiah Mahasiswa) dan PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), maka P&K BEM Fasilkom UI bekerja sama dengan Ukhuwah Education FUKI insya Allah akan mengadakan PKM / LKTM Study Group. PKM / LKTM Study Group adalah sebuah kegiatan penunjang untuk para peserta PKM & LKTM yang berkompetisi di ajang OIM UI maupun PIMNAS, dalam kegiatan ini setiap kelompok PKM / LKTM akan dibimbing menuju OIM UI dan PIMNAS 2009.
Akan ada serangkaian acara yang akan dilaksanankan pada PKM / LKTM antara lain,

  • Soft Opening PKM / LKTM Study Group

Pembukaan akan diadakan pada tanggal 11 Juli 2008 secara sederhana. Hal ini sekaligus akan menjadi sarana publikasi kepada masyarakat adanya kegiatan Study Group di Fasilkom UI.

  • Evaluasi dan Bimbingan PKM / LKTM

Pertemuan dua mingguan akan diadakan untuk mengevaluasi dan membimbing kelompok setiap kelompok Study Group. Kegiatan ini diharapkan dapat mengantarkan teman-teman semua yang berkompetisi baik di OIM UI maupun PIMNAS kepada kesuksesan.
Pertemuan dua mingguan akan diadakan mulai tanggal 19 Juli 2008. Dan diharapakan sebelum pertemuan pertama pada tanggal tersebut, para peserta study group sudah memiliki ide setidaknya ide mentah untuk diolah pada PKM atau LKTM.
Rangkaian kegiatan pertemuan dua mingguan ini berakhir pada tanggal 20 September.

  • Workshop

Kegiatan PKM / LKTM Study Group yang terintegrasi dengan kegiatan The First Step to OIM UI prize akan mengadakan Workshop dengan tiga topik, antara lain “How to Write Proposal”, “Creative Writing” dan “How to Market Yourself” yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus. Simulasi presentasi akan diadakan pada workshop ini, peserta dapat mencoba kepiawaiannya dalam mempresentasikan karyanya dan mendapatkan evaluasi dari tim penilai.
Diharapkan peserta study group dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat pada workshop ini dalam berbagai ajang kompetisi akademis, seperti lomba Menulis Essay, LKTM, PKM ataupun lomba-lompa lainnya, bahkan dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan ketika lulus nanti.

  • Closing Ceremony

Pentupan PKM / LKTM Study Group akan diadakan pada akhir bulan september 2008. Walaupun kegiatan PKM / LKTM Study Group 2008 sudah resmi ditutup pada saat nanti, namun tidak tertutup kemungkinan kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan untuk BEM Fasilkom UI.

Jangan Lupa untuk datang dan mengungkap segalanya mengenai PKM / KKTM
@ all
buat pencarian ide dan teman 1 tim, bisa dilakukan sambil berjalannya study group, yang penting daftar aja dulu!

Minat dan semangat kalian insya Allah akan kami arahkan,
dan untuk lebih jelas lagi, jangan lupa untuk datang di

Soft Opening
PKM / LKTM Study Group
Jumat, 11 Juli 2008
@sekre square
pukul 14.00 WIB

Categories: Event