Copy-of-post-it

Posting

sumber gambar : http://www.flickr.com/photos/sundazed/2194264406/sizes/o/

Blog adalah cermin dari pemiliknya. Tulisan/ gambar/ video/ musik dan semua hal di dalamnya menggambarkan sang pemilik blog. Cara mengemas blog juga merupakan gambaran seberapa jauh niat pemilik untuk menyelaraskan gayanya dengan gaya blognya. Banyak hal yang bisa menjadi gambaran, tetapi yang terpenting dan yang paling menggambarkan adalah tulisan dari setiap postingan yang ada di blog tersebut.
Tulisan dalam postingan bisa membantu kita menebak banyak hal dari sang penulis mulai dari gender, hobi, idola, keahlian, sudut pandang, agama, aliran agama dll. Tetapi terkadang semua hal ini dalam blog bisa saja menipumu! Untuk itu para peseluncur dunia maya menciptakan “kopi darat” agar bisa bersilaturahmi dan kenalan dengan pemilik blog di dunia nyata.

Blog adalah media luar biasa. Media ini membuat kreasi kita bisa dibaca jutaan mata. Blog bisa menebar manfaat atau menebar mudharat secara masif, untuk itu janganlah sembarang tulis, tulisan di blogmu bisa memperngaruhi banyak orang. Banyak orang bisa jadi musuhmu atau sebaliknya, banyak orang yang akan menjadi sahabatmu. Sahabat bisa jadi musuh, musuh bisa jadi sahabat.

Postingan memang terkadang begitu sulit untuk diciptakan. Kita terkadang takut postingan kita tidak manfaat, takut bahasa menyakiti hati orang lain, takut munafik, takut di tuntut dengan UU ITE (yang ini kasusnya jarang), takut ini, takut itu. Satu hal yang saya ingat, kata seorang sahabat saya, “Bukankah setiap hal yang kita lakukan itu beresiko? hanya saja resikonya memang berbeda-beda”.

Biasanya masalah timbul karena kita tidak memahami konsep dalam bertindak. “Memutuskan, memilih, bertanggung jawab” kata Dr. Ibrahim Elfiky, contoh gampangnya kitalah yang memutuskan kita mau jadi Mapres (Mahasiswa Berprestasi) atau Matres (Mahasiswa Stress). Lalu kitalah yang memilih mewujudkannya dengan cara apa, dan kita pula yang bertanggung jawab atas usaha kita, baik hasilnya positif maupun negatif. Ketika kita mendapat hasil positif maka bersyukurlah dan jangan pernah sombong. Ketika hasilnya negatif tak ada alasan untuk menyalahkan orang lain ataupun diri sendiri, karena kegagalan juga bagian dari tanggung jawab, dan dari kegagalan lebih banyak hal yang kita pelajari dibandingkan kita berhasil.

Posting, yang ngepost saja. Niatkan dengan yang baik, kerjakan dengan baik, selesaikan dan bersiaplah akan tanggung jawab yang harus diemban dari setiap postingan. Insya Allah klo niatnya baik, efeknya akan baik juga. Menulislah! akan ada banyak hal yang bisa dipelajari. Oh ya satu hal! Banyaklah membaca, karena tidak akan ada yang bisa kita tulis jika kita jarang baca (sedang menyindir diri sendiri, supaya lebih banyak membaca). Akhirnya selesai juga postingan ini.

Just post it!

Categories: Opini

520865107_bcb9ea3961

Generasi Pelangi

Postingan kali ini saya akan mencoba menganalogikan/ mentafsirbebaskan (meminjam istilah salah seorang sahabat) sesuatu hal. Ada yang bilang semua hal bisa diambil sisi positifnya untuk diperlajari, dan hal ini pernah diajarkan oleh Murobbi saya jaman SMA, beliau pernah mentausiyahkan tentang pohon Pisang. Tausiyah tersebut intinya menceritakan bahwa berbagai bagian dari pohon Pisang bisa bermanfaat, maka jadilah pohon Pisang yang setiap bagian dari fragmen kehidupan kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Jika pohon pisang bisa ditafsirkan, kenapa yang lainnya tidak? Saya mau sedikit bercerita tentang pelangi dari sudut pandang saya, apakah kita bisa mengambil pelajaran dari sifat pelangi? Silahkan klik “Read More” jika tertarik untuk membacanya.

“Pelangi ada setelah ada hujan sebelumnya”
Pelangi saya analogikan sebagai kepribadian seseorang. Pelangi menggambarkan kepribadian yang ceria dan memberikan keceriaan, sekalipun sebelumnya ada badai yang sangat dashyat. Kepribadian pelangi juga bisa diartikan hanya bisa didapatkan dari berbagai ujian berat yang telah dilalui.

“Berbagai spektrum warna pelangi terpadu dalam satu pita”

Semua warna ada, tanpa terkecuali, menggambarkan betapa kepribadian pelangi cinta akan persatuan, warna yang seimbang satu sama lain menggambarkan keadilan dalam bertindak.


“Pelangi tidak ada ujungnya”

Yap! semangat pribadi pelangi yang tanpa ada ujungnya, sekalipun orang-orang berusaha mengejar dan mencari titik putus asa dari sang pelangi, mereka tidak menemukannya!

“Pelangi pada dasarnya ialah uap air yang berkolaborasi dengan udara.”

Kepribadian pelangi laksana air yang bersifat menenangkan dan seperti udara yang senantiasa bermanfaat untuk orang lain tetapi tidak meminta imbalan.

Sebenarnya lebih banyak lagi sifat-sifat pelangi yang bisa kita jadikan pelajaran, nah, untuk kali ini saya mempersilahkan pembaca untuk menambahkan postingan kali ini dengan berbagai sifat positif pelangi yang bisa kita terjemahkan sendiri dan kita tiru. Silahkan tambahkan di comment dan tak ada salahnya mencoba memiliki dari sifat-sifat pelangi, dan menjadi generasi pelangi yang mewarnai dunia ini dengan keceriaan untuk semua orang.

Categories: Opini, Tausiyah