Guitar

Musik!

Sumber gambar : http://www.flickr.com/photos/evilmutent/384401502/sizes/l/in/photostream/ oleh hugochisholm

Katakanlah (Muhammad),”Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat agar kamu beruntung” (QS. Al-Maidah 5:10)
Sebut saja Joni, seorang anak SMA biasa dan tidak memiliki sesuatu yang spesial. Joni memiliki sebuah hobi yang sudah dianggap biasa bagi para remaja seumurannya pada saat itu, bermain gitar. Sebelum masuk SMA, Joni bersekolah di SMP yang cukup difavoritkan. Pada saat kelas 3 SMP, kelas yang Joni tempati adalah kelas yang dipenuhi dengan anak laki-laki yang (minimal) bisa bermain gitar atau cukup memukau ketika memainkan alat musik bersenar enam ini. Joni sebenarnya sudah belajar memainkan gitar sejak kelas 2 SMP dan dia semakin banyak belajar dari kawan-kawannya ketika kelas 3 SMP. 
Permainan Joni pun terus berkembang, teman-teman di dekat rumahnya selalu mengajaknya latihan di studio musik. Joni selalu ikut walaupun sebenarnya Joni tidak tertarik dengan lagu-lagu yang pada saat itu dibawakan oleh mereka. Joni tidak pernah mendengarkan lagu-lagu pop pada saat itu karena kebanyakan lagu-lagunya hanya membicarakan atau malah mendewakan cinta. Lagu-lagu yang ada cenderung melalaikan seseorang dan amat sangat mempengaruhi orang untuk dekat dengan zina. Memang bukan zina tetapi dekat dengat zina. Kebetulan Joni selalu berada di posisi (anak guru di SMP) dimana dia tidak mungkin berbuat bandel. Ternyata kebetulan ini selaras dengan perintah Sang Pencipta kepada hamba-Nya.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesunggunhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra 32)
Pacaran mungkin bukan Zina (pendapat sebagian orang), tetapi bagi Joni perilaku orang-orang di sekitarnya yang berpacaran pada saat itu (SMP) menggambarkan perilaku orang yang mendekati zina. Dia berpikir tanpa pacaran saja hati terkadang mendekati zina. Tanpa pacaran pun dosa-dosa ia yang lainnya sebagai remaja labil sudah terlalu banyak dan cukup untuk mengirimnya ke neraka kelak ketika ia mati (jika tidak sering-sering bertaubat).

Namun kehidupan seorang pemain Band akhirnya memaksa Joni membawakan lagu-lagu yang bertemakan cinta. Joni tak pernah mendengarkan sebelumnya lagu-lagu (bertemakan cinta) yang ia bawakan, tetapi pada akhirnya ia bisa menebak setiap chord yang akan dimainkan (apalagi lagu pop yang punya kecenderungan menggunakan irama yang itu-itu saja).

Waktu pun berlalu, Joni sudah SMA, kawan-kawannya yang lebih pandai bermusik dari Joni tidak satu SMA dengan Joni. Akibatnya sedikit demi sedikit bakatnya yang pas-pasan pun terekspos. Kelas X Joni dan kawan-kawannya mendapatkan best performance alias juara 1 ketika ada pentas seni di sekolahnya. Tak diduga, kelompok band yang pada saat itu tidak membawakan lagu pop (membawakan lagu ondel-ondel dan original soundtrack salah satu serial kartun Jepang) bisa menang. 

Pada saat SMA Joni selalu berusaha memperbaiki diri sedikit demi sedikit dalam hal ketaatan beragama. Hal ini terjadi karena ia banyak menemukan sosok teladan di sekitarnya. Joni dihujani dengan sosok-sosok yang memaknai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bukan sekedar amal tanpa jiwa, tetapi taat dengan berusaha paham sepenuhnya. Saat itu Joni mulai paham dunia ini adalah ladang amal, dan hanya sementara kehidupan setelah matilah yang merupakan kehidupan sesungguhnya dan saat untuk memanen apa-apa saja yang telah dikerjakan di dunia. 
Tidaklah dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau, dan negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, tidakkah kamu mengerti? (QS. Al-An’am 6 : 32)
Kembali ke kehidupan musik Joni. Kemenangan yang dicapai Joni akhirnya membuat ia semakin sering bermain gitar dan ngeband dengan teman-temannya sampai suatu ketika ada momen yang membuat ia bimbang. Seorang tokoh yang menjadi panutannya dalam hal keteladanan dalam berislam mengeluarkan pernyataan kontroversial bagi Joni. (bersambung …)

Categories: Introspeksi, Islam, My Life, Tausiyah