tumblr header

Alfath Story#1

Pagi itu kami tengah sibuk di kantor kecil kami di jalan Durian Raya no.1B Depok. Sebuah ruang sulapan dari sebuah kamar pribadi menjadi ruang kerja. Tempat wirausaha kami yang dirintis sejak September 2012 di tengah nge-hypenya istilah startup. Dulu usaha ini dikenal dengan nama HustlerID. Kami menyebut usaha kami ini startup walaupun belum menjadi sebuah startup sesungguhnya, karena salah satu ciri khas startup seperti kata seorang venture capitalist, Paul Graham adalah memiliki produk yang dapat digunakan oleh konsumen. Saat ini usaha kami masih berbasis layanan pengembangan web dan aplikasi web. Insya Allah, tinggal masalah waktu produk kami akan meluncur ke pasaran. Memang kantor kami tak lebih besar dari kantor pada umumnya. Tapi ketahuilah mimpi besar kami, dimulai di sini.

Berangkat dari sebuah ide bahwa sejatinya orang Indonesia hendaknya mengelola negerinya sendiri kami bersepakat bahwa bekerja sebagai pengusaha adalah salah satu caranya. Sudah menjadi fenomena umum bahwa lulusan terbaik negeri ini bekerja di bawah pusara kekuasaan asing. Baik yang menyerap energi bumi sampai yang menyediakan makanan di tiap meja makan di restoran-restoran. Bukan berarti tidak ada perusahaan lokal atau pengusaha lokal yang berjaya. Hanya saja yang terlihat pemain besarnya masih dikuasai oleh perusahaan asing. Sektor migas, teknologi, ekonomi, dan berbagai produk dari otomotif sampai makanan masih mayoritas dikuasai asing.

Tidak ada yang salah bekerja untuk perusahaan asing. Hal itu menjadi salah jika hanya itu tujuan hidup kita. Alangkah sayangnya jika hidup yang sekali hanya digunakan sekedar bekerja untuk “orang lain”, saya yakin potensi pemuda Indonesia lebih besar dari itu. Keuntungan piramida penduduk kita yang penuh dengan tenaga muda kualitas dunia hanya akan terkonversi menjadi tenaga buruh bagi pihak asing bukan menjadi pencari solusi bangsa yang masif.

Kemerdekaan secara politik telah kita rebut, tetapi tidak dengan kemerdekaan finansial. Kita masih sangat tergantung dengan bangsa lain dalam hal finansial. Ada yang beralasan negara kita masih belum banyak menghargai kepandaian penduduknya sendiri. Wajar jika orang-orang pandai dari negeri ini memilih bekerja di bawah naungan pihak yang menghargai kepandaian mereka. Pertanyaannya apakah pola pikir seperti ini akan membuat bangsa kita berkembang? Lantas kenapa kita tidak saling menghargai dan berkolaborasi dalam mengelola anugrah Tuhan di bumi pertiwi?

Kita telah kehilangan satu nilai yang dulu tertanam di banyak hati para pemuda cerdas Indonesia. Nilai yang pada akhirnya membebaskan kita dari kolonialisme, tidak hanya di negeri kita, bahkan di Asia Afrika. Nilai itu adalah sikap saling peduli dan empati sebagai sesama umat manusia terutama yang terlahir dalam satu nasib dan satu rumpun. Nilai ini sejatinya tidak sesederhana hormat bendera sebagai simbol kebersamaan, melainkan juga mewujudkan cita-cita bersama. Pada saat kita merdeka, kita semua berjanji sebagai bangsa dalam pembukaan UUD negara akan menghapuskan penjajahan di seluruh dunia, menyejahterakan bangsa kita, dan mencerdaskan kehidupan bangsa kita.

Nilai ini sesungguhnya adalah representasi amal pengabdian kepada Tuhan. Bukan tidak mungkin nilai seperti ini bisa bikin hidup kita passionate. Kalau sudah passionate maka kita akan bekerja tidak hanya dengan raga kita, tetapi juga hati kita. Karena dengan nilai mulia, niscaya hati kita akan bercahaya.

Ide di atas memang rumit, tapi kami mulai dengan sederhana, doa dan usaha. Kami berharap langkah ini akan membuahkan kebermanfaatan, menjadi pintu rejeki tidak hanya untuk diri kami sendiri, melainkan sebanyak-banyaknya orang di sekitar kami. Berharap setiap ide yang kami bahas membuahkan inovasi yang meledakkan potensi yang ada di masyarakat kita (innovate-empower). Kami berdoa dalam nama “perahu perdagangan” kami akan memperoleh kemenangan dengan tak pernah berhenti berinovasi, Alfath Innovative.

NB : Kami sudah lebih dari setengah tahun berubah dari huslterID (facebook.com/hustlerID) menjadi Alfath Innovative (alfath.co.id | facebook.com/alfath.innovative) mohon doa dari kawan-kawan semua agar kami benar-benar menjadi inovator sukses yang tidak hanya meraih keuntungan dunia tetapi juga keuntungan akhirat. Tanpa doa dan dukungan teman-teman semua, terutama yang pernah bekerja sama dengan kami (HustlerID, Alfath, dan entitas manusia di dalamnya), kami tidak akan pernah bisa sampai di titik ini. Hehe

Repost from Alfath Innovative FB Fanpage

Categories: Alfath Innovative, My Life

2 comments

Leave a Reply to ecky Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>