Lagi di Nikahan kakaknya Ryan

Saya Bukan (3): Saya Bukan CEO ~ Chief Everythings OK!

Setelah 4 tahun lalu saya membahas testimoni tentang rekan-rekan saya yang menginspirasi. Yakni Topan Bayu Kusuma yang sekarang jadi CTO perusahaan saingan Badr Interactive dan Enrico Budianto, kawan saya kandidat PhD di Singapura sebelum umur 30. Namun ternyata Allah lebih merindukan beliau, kesholehannya barangkali membuat Allah panggil Enrico lebih dulu :'(. Sedih pastinya, namun saya yakin insya Allah Enrico ditempatkan di taman surga di alam kuburnya. :)

Kali ini saya mau mengulas sosok CEO Alfath Innovative. Banyak orang yang salah mengira saya CEO Alfath Innovative. Padahal, saya hanya mandor kuli koding dan tukang self branding sehingga banyak orang terkecoh. Hahaha (tertawa menang). CEO aslinya adalah Ryan Pradipta Putra. Tetangga satu RW,  Teman satu SMP, dan teman satu tempat les jaman SPMB 2007 yang jargonnya “Maju Bersama Allah”.  Lulusan SMAN 5 Depok pertama yang berhasil bertengger di Fakultas elit di UI, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Ryan selama kuliah menjadi ketua Remaja Masjid Taman Firdaus sampai sekarang. Tak segan tenaga, waktu, dan hartanya dikorbankan untuk kepentingan men-syiarkan nilai-nilai kebaikan universal, Al-Islam. Begitupun di organisasi kemahasiswaan seperti BEM Fasilkom UI. Ryan aktif sampai akhirnya memenangkan pemira di tahun ketiga kuliah dan menjadi Ketua BEM Fasilkom UI. Tak terasa waktu berlalu dan Ryan pun lulus kuliah.

Ryan memulai karirnya dengan menjadi seorang pebisnis. Baru lulus kuliah pemuda yang akrab dipanggil PP (baca: pepe) langsung bikin digital creative agency di tahun 2012. Beberapa kali ber-partner dengan kawan sejawat. Jatuh bangun di bisnis software development dengan brand terakhir bernama HustlerID.  Akhirnya setelah setahun mengalami pahit asam kerasnya berbisnis (kok ga ada enaknya ya?) tahun 2013 HustlerID akhirnya bubar. Ryan jatuh sakit. Mungkin ada sebagian orang yang merasa Ryan emosional semasa lulus kuliah, wajar. Silahkan saja ente coba bangun bisnis. Ryan pun sempat bekerja di startup lain. Namun karena ketemu saya di tahun 2014 jadi semangat bikin startup lagi (yang ini klaim sepihak penulis, jangan mudah percaya).

Jaman kampanye BEM Fasilkom UI. Ryan yang kanan.

Jaman kampanye BEM Fasilkom UI. Ryan yang kanan.

Semenjak 2012 saya memantau sedikit-sedikit perkembangan HustlerID lewat FB dari sebuah kota pulau Sulawesi di setiap akhir pekan. Kabupaten Majene, Kota Majene. Tempat saya kabur sejenak dari kenyataan kehidupan gagal dapat beasiswa S2 beberapa kali. “Kebetulan” Pak Anies Baswedan lewat institusi sosialnya mengamanahkan saya ngajar komputer di tempat yang ga ada listrik, ga ada sinyal HP, dan ga ada air. Gak deng, saya cuma ngajar SD aja. Pun di akhir tahun 2013 pun saya pulang sebelum masa penugasan selesai karena problem kesehatan (kurang cinta).  Haha.  Bukan-bukan, karena perut anak kota seperti saya gampang terjamah bakteri.

Saya pun menjalani recovery di Depok pada awal tahun 2014 dan akhirnya bertemu dengan Pak Bos saya ~Ryan di bulan Februari 2014. Numpang di kamarnya yang udah disulap jadi tempat kerja. Baca-baca lagi kodingan PHP sambil ngemil-ngemil biar cepet sembuh. Kebetulan bulan Mei 2014 dapat objekan ngembangin goarhipelago.com sebuah website marketplace wisata yang harapannya dapat membantu penduduk lokal mengkapitalisasi potensi wisata. Anda perlu tahu para konglomerat dari luar negeri tak segan eksplotasi keindahan alam tanpa peduli warga lokal yang tadinya punya tanah. Platform ini mencoba memberikan solusi.

Kembali ke Ryan. Saya tertarik bekerja sama dengan Ryan dan lama-lama jadi pegawainya Ryan, karena dikasih kerjaan di saat gak bisa kerja ke Jakarta setiap hari dan karena di kantor selalu ada makan siang gratis. Eits itu alasan pragmatis :D. Jangan terlalu disimak. Alasan idealisnya saya tertarik bekerja di Alfath Innovative karena value dari startup yang Ryan bangun sama dengan visi hidup saya yang cinta kebermanfaatan, uhuy :p. Value itu adalah Innovate – Empower. Berinovasi dengan teknologi untuk memberdayakan orang lain.

Trio Alfath

Kiri mikir teknis (mandor koding), tengah kebijakan (nombok gaji), kanan itung duit (orang kepercayaan). Fajar, Ryan, Lutfi. Trio Alfath di Nikahan mbak Indah (kakaknya Ryan)

Ryan dahulu jaman kuliah adalah sosok yang idealis. Setelah menjalani bisnis Ryan menjadi sosok yang sangat realistis. Sungguh sangat bertabrakan dengan kepribadian saya yang saat itu sangat idealis karena ada bekas-bekas ngajar di pedalaman. Namun seiring berjalannya waktu saya kembali membaca kepribadian idealisnya Ryan. Ryan tak segan memberikan bantuan kepada teman-temannya yang sedang kesulitan. Ryan pun enggan menyerah di bisnis karena merasa masih bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi sebanyak-banyaknya orang.

Berbeda dengan Badr Interactive yang membubuhi perusahaannya dengan nuansa Lembaga Dakwah Kampus. Alfath Innovative (nama startupnya Ryan sekarang) diwarnai oleh Ryan dengan semangat Nasionalis Religius. Ryan tidak pilih-pilih guru ngaji, selama pegangannya Al-Quran dan Hadist yang shahih tidak segan datang kajian. Atas berkah rahmat Allah, dan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang merdeka finansial. HustlerID bermetamorfosis menjadi Alfath Innovative. Entah karena namanya lebih barokah, Alfath terus menanjak. Hal ini tak lepas dari kontribusi semua pihak baik internal maupun eksternal. Termasuk kocek Ryan yang seringkali dipakai untuk kepentingan kantor. Makanya gak kawin-kawin, wkwkwk (yang ini setengah bercanda). Ryan sekarang telah menjadi sosok yang jauh lebih berwibawa dan penuh perhitungan. Idealis yang realistis. Kayak Pak Anies Baswedan.

Sayangnya sampai hari ini Ryan yang punya mukjizat mengalihkan pandangan wanita ala nabi Yusuf AS menurut kabar angin belum ada yang mau menerima. Maklum pengusaha memang hanya bermodal iman bahwa Allah yang ngasih dan ngatur rejeki. Jarang ada calon mertua yang siap punya menantu pengusaha. Padahal kalau kita mau kritis sedikit, selama 20 tahun Nabi berdakwah, dalam satu tahun setidaknya ada 2 perang besar yang dihadapi kaum muslimin. Kira-kira uang buat beli ransum, senjata, dan perlengkapan perangnya dari mana ya? Hehe, dari usaha-usahanya para sahabat nabi gan. Pasive income. Bill Gates pun bisa lebih kaya dari Steve Jobs karena pada akhirnya bikin usaha. walaupun konsepnya curi-curi dari bosnya dulu, Steve Jobs. Penghasilan Pak Bill Gates sekitar Rp. 2,5 juta perdetik. Wow.

Jalan seorang pengusaha begitu terjal, berduri, penuh lava di kanan-kiri. Saya bisa merasakan, karena saya menjadi saksi atas hal tersebut di startupnya Ryan. Akhir kata, walaupun perjalanan Ryan sebagai pebisnis masih panjang, bahkan mungkin akan ada jatuh bangunnya lagi. Ryan adalah salah satu sosok yang inspiratif yang harus saya abadikan di blog saya yang insya Allah keren seadanya ini. Kita doakan saudara kita yang satu ini selalu Allah berikan kekuatan dan petunjuk menghadapi cobaan hidup baik berupa kenikmatan maupun ketidaknikmatan.

Niken Fajar-1885

Alfath di Nikahan Penulis

Categories: Alfath Innovative, Kehidupan, Motivasi, My Life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>