ThiefRender

Thief ala Indonesia



Thief
Sebuah profesi yang keren pada sebuah game bertajuk Final Fantasi Tactics atau versi – versi game genre RPG dan tactical lainnya.
Tetapi yang ingin saya ceritakan kali ini adalah seorang Thief ala Indonesia.
Dan cerita ini langsung dari pengalaman penulis sendiri.

Baru – baru ini sandal penulis putus karena penulis mengira dirinya sendirilah yang memutuskan sendal tersebut maka (alhamdulillah) langsung beli yang baru. Tetapi ternyata sandal saya sudah lebih dahulu putus oleh kakak ipar saya, lalu di lem, dan putus lagi di tangan eh di kaki saya, sandal diganti oleh kakak ipar saya sehingga sekarang ada 2 sandal milik saya.
Dengan berbekal salah satu sandal, saya pun pergi shalat subuh di mesjid. Saat keluar mesjid, karena saya lupa pakai sandal yang mana, saya mulai mencari sandal tersebut, sambil mengingat – ingat saya menggunakan sandal yang mana.
Tiba – tiba ada seorang yang menyapa, “Mas, kehilangan sesuatu?”katanya, belum sempat menjawab, orang tersebut bilang “Sandal saya juga hilang mas”, lho! ternyata saya bukan lupa tetapi memang saat itu sandal saya raib dari tempat semulanya.
Selang beberapa menit orang – orang yang hendak pulang dari mesjid mencari sandal mereka, termasuk ayah saya. Ternyata satu persatu menyatakan bahwa sandalnya tidak ada! Walhasil setelah dihitung ada 8 alas kaki yang menghilang salah satunya sepatu milik seorang kakek yang mengaku baru saja ia beli.
Orang pertama yang menyapa saya ternyata bukan orang sini beliau mengaku sedang dalam perjalanan akan pergi jauh (saya lupa kemana :p). Akhirnya orang tersebutpun dipinjamkan sandal jepit oleh salah seorang jamaah mesjid.

Hikmah yang bisa diambil dari cerita ini dengan interpretasi saya antara lain Indonesia luar binasa miskin rakyatnya, nyolong sandal aja gak tanggung – tanggung delapan sekaligus, seharusnya teknologi mulai diterapkan di kehidupan sehari – hari seperti kamera cctv di mesjid. Selalu sedia sandal 2 sebelum dicuri, apalagi jika hendak berpergian jauh.
Barang yang hilang itu bukan rejeki kita, syukurilah apa yang kita miliki, jangan melihat ke atas untuk masalah dunia, karena nantinya kita jadi tidak pernah bersyukur. Silahkan menambahkan hikmah dari cerita ini di comment. Akhir kata “Waspadalah! Waspadalah!”.

Categories: Event, Tragedy

1 comment

  • elle-iZza

    asw. positifnya adalan bahwa si pencuri bisa bangun subuh2 untuk nyuri sendal di saat para petinggi negara masih terlelap. coba si maling ikutan shalat berjamaah, jamaah subuhnya banyak, musuh2 Islam bisa takut.
    (‘af1, joking only)

    heran juga jaman skarang masih ada maling sendal (mungkin sudah tradisi). ya, masih banyak aspek2 kehidupan di Indonesia yang perlu dibenahi…

Leave a Reply to elle-iZza Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>